Dapatkan gratis ongkir - Bebas 30 hari uang kembali.

Desaku Purwakarta
Rp. 0
Keranjang masih kosong.

Dapatkan gratis ongkir - Bebas 30 hari uang kembali.

SEMUA KATEGORI

Artikel Terpopuler

MENCIPTAKAN LAGU KHUSUS UNTUK SATE MARANGGI CIBUNGUR

Para pecinta kuliner di Indonesia tentunya sudah tidak asing dengan nama Sate Maranggi Cibungur dari Kota Purwakarta Jawa Barat, sate yang sangat terkenal ke berbagai daerah dibelahan negeri, sehingga menjadi tujuan wisata kuliner di Indonesia. Dikarenakan keterkenalannya sudah tentu nama Sate Maranggi Cibungur bisa dijadikan sebagi Icon bagi masyarakat sekitarnya.    Itulah yang menjadi inspirasi Kang Iyan salah satu musisi muda di Cibungur  yang sangat berbakat akhirnya mencurahkan hasil inspirasinya kepada sebuah karya lagu ciptaannya, dengan mengusung nama Sate Maranggi Cibungur sebagai judul lagu,  Kemudian dibantu juga oleh Kang Oday akhirnya music merdu bernada Pop Sunda berhasil diciptakan, dan untuk lyric dibantu  oleh Kang Zarott, selanjutnya mereka disarankan kang Wahyu salah seorang teman seniman dr Desa Cikopak untuk menemui para mahasiswa dari ISBI Bandung yang sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang ada di Tiap kecamatan yang kebetulan untuk Kecamatan Bungursari para mahasiswa/i bermarkas di sanggar tari Sanghiyang Ismaya Desa Wanakerta,    Setelah berhasil menemui dan menceritakan sebuah project yang sedang mereka kerjakan, rekan – rekan dari ISBI pun bersedia membantu, dan mengisi posisi Suling dan Kendang, Lalu untuk Vocal kami tentukan harus seorang wanita dan untuk menjaga ke Originalitasan hasil karya kami putra putri Desa Cibungur, vocal haruslah diisi oleh asli dari Desa Cibungur, setelah disarankan oleh rekan – rekan ISBI akhirnya pilihan jatuh kepada  Rizca Amalia yang memang aktif didunia seni khususnya seni tari di sanggar tari Sanghiyang Ismaya,  setelah diberi pelatihan dengan waktu yang singkat oleh para mahasiswi ISBI tentang tehnik Vocal sunda,  akhirnya kami berhasil meyakinkan wanita belia yang biasa dipanggil Ayang ini untuk membawakan lagu sate Maranggi Cibungur.   Ternyata dengan  adanya wadah kepemudaan BURAONG SANGKUR, Akhirya talenta – talenta local bisa  tergali dan sebuah hasil karya cipta muda mudi Desa Cibungur bisa diekspresikan  dan berhasil  launching lagu “Sate Maranggi Cibungur”  dengan membius para warga desa cibungur yang hadir pada pada akhir agustus 2015 kemarin sebagai suguhan baru di lapisan masyarakat Desa Cibungur,  walaupun disaat yang hampir bersamaanpun pihak pemerintah Kota Purwakarta juga sedang menciptakan karya tarian tentang Sate Maranggi, namun yang membedakannya karya lagu pemuda cibungur ini lebih tertuju kepada Sate Maranggi Cibungur saja dan tidak memakai tari – tarian, Setelah beberapa bulan, rasa penasaran mencuat dan banyak warga yang ingin mendengarkan lagu merdu bernuansa parahyangan tersebut, yang sebelumnya hanya terdapat pada beberapa handphone saja yang kebetulan waktu itu merekamnya,  untuk itulah kami memutuskan untuk segera masuk studio rekaman untuk reccording single yang bertema lagu daerah tersebut. Agar hasil karya muda/I cibungur itu diharapkan bisa langsung dinikmati dan didengarkan oleh para warga masyarakat Desa Cibungur saat berada dirumah, dijalan, diwarung, dibengkel, disawah, dikebun atau dimana saja dengan player mp3.   Recording yang semula direncanakan di Kampus ISBI bandung ini harus kandas, setelah hari yang dijadwalkan ternyata rekan – rekan mahasiswa/i  ISBI yang sebelumnya siap membantu selama proses rekaman harus disibukan oleh aktifitas kuliahnya, tapi bukan suatu halangan bagi musisi muda/I cibungur ini agar bisa tetap mempersembahkan hasil karyanya kepada masyarakat, setelah berdiskusi dengan kawan – kawan yang lainnya yang tergabung di BURAONG SANGKUR, akhirnya terjadi kesepakatan untuk melakukan rekaman di studio lokal saja, dengan harapan bisa saling belajar dan saling mengevaluasi, selain itu juga bisa dijadikan ajang saling mendukung untuk  mengangkat talenta – talenta local yang berada di daerah Desa Cibungur,    Odoy Sound yang kemudian menjadi alternative kami untuk membantu melakukan rekaman lagu yang mengusung genre pop sunda tersebut. Dengan peralatan seadanya yang biasa sering digunakan untuk keperluan pentas – pentas kesenian ini, namun Mang Odoy adalah talenta local yang  syarat pengalaman dan punya qualitas , dan kami pun yakin Mang Odoy bisa memberikan hasil yang maksimal bagi single pertama kami muda/I Cibungur yang tergabung dalam BURAONG SANGKUR, Namun kendala ditemui selanjutnya adalah player kendang dan suling,  tanpa rekan – rekan dari ISBI kami sulit mendapati player kendang dan suling di Cibungur untuk membantu kami distudio agar bisa langsung proses rekaman. Namun tidak lebih dari 2 hari, Mang Odoy merekomendasikan Kang Dayat pemain kesenian salah satu group  jaipongan di Karawang. Dengan melihat hasil rekaman video pada saat launching yang pada saat itu diisi oleh kawan – kawan dari ISBI pada kendang dan suling, kemudian  Kang Dayat mencoba beberapa kali untuk memainkannya  dan beberapakali melakukan improvisasi.  (Proses Rekaman Lagu Sate Maranggi Cibungur) Tepatnya tanggal 14 Januari 2016 dengan hasil patungan dana dari rekan - rekan Buraong Squad rekaman semi track yang  berlangsung  setengah hari setengah malam itu  BURAONG SANGKUR punya hasil karya sendiri dari bidang kesenian pop sunda. Dan ini adalah pencapaian luar biasa bagi kami para Buraong Squad. Besar harapan bagi kami agar kedepannya bisa terus menghasilkan karya – karya yang terbaik, agar bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat Desa Cibungur. untuk lagu sate maranggi cibungur bisa di download di :www.reverbnation.com/buraongsangkur Lagu-Lagu Lainnya : BALLPOINT - Semangat Cibungur  Download : www.reverbnation.com/open_graph/song/26105194 PSP -Buraong Sangkur Download : http://www.reverbnation.com/open_graph/song/26105160   Penulis : Zarrot Resspro Sumber : http://buraongsangkur.blogspot.com/2019/10/menciptakan-lagu-khusus-untuk-sate.html    

SEJARAH DESA CIBUNGUR

Nama Cibungur berasal dari dua unsur yaitu air dan tumbuhan, Ci = cai (Air;bahasa indonesia),  Bungur =pohon bungur (Lagerstroemia;latin), diambil dari sebuah tempat dipinggiran hutan dan rawa – rawa yang terdapat sebuah sumber mata air (masyarakat menyebutnya “ciburial” =  selalu menyemburkan air dari dalam tanah) dan didekat mata air tersebut terdapat banyak pohon bungur, dengan kata lain Cibungur adalah yang berarti “air bungur”. Desa Cibungur diperkirakan mulai berdiri pada abad ke 17 dijaman kerajaan sumedang larang yang dipimpin oleh Pangeran Rangga Gede yang telah berdaulat dibawah kesultanan mataram yang dipimpin oleh Sultan Agung dimana kekuasaannnya hampir menguasai seluruh pulau jawa dan Madura.   Menurut salah seorang aparatur desa yang menjabat sekaligus dianggap sebagai salah satu sesepuh Desa Cibungur yang pernah diwawancarai pada tahun 1991, orang yang diyakini memulai peradaban  dan memberikan nama perkampungan didaerah tersebut merujuk kepada sebuah petilasan maqom yang dikeramatkan dan dianggap paling tua, yaitu sebuah petilasan yang oleh penduduk sekitar lebih dikenal dengan julukan Mbah Jelom dan menurut informasi kuncen pertama yang kemudian turun temurun, Mbah Jelom adalah salah satu panglima perang pasukan mataram, karena dulu yang membersihkan dan membangun petilasan tersebut juga orang – orang dari mataram, sehingga dapat disimpulkan kolerasi antara adanya Desa Cibungur dengan petilasan tersebut adalah pada saat pasukan mataram bersama pasukan Sumedang Larang melakukan penyerangan terhadap tentara VOC Belanda di Batavia (Jakarta) pada tahun 1628 M – 1629 M, tetapi penyerangan yang dilakukan secara berkali – kali tersebut selalu dipukul mundur oleh tentara VOC Kolonial Belanda yang akhirnya memaksa harus kembali melalui jalur utara pulau jawa, dari perjalanan menuju pulang itulah kemungkinan pasukan mataram & sumedang larang banyak yang beristirahat dari satu daerah ke daerah lain sambil bertani dan bercocok tanam disepanjang jalur utara pulau jawa,, termasuk didaerah Cibungur  yang termasuk berada di daerah utara pulau jawa,,     Pada jaman pemerintahan Hindia belanda tahun 1912 tercatat secara administrative Desa Cibungur mempunyai luas wilayah + 2.602.300 Ha, meliputi 4 kampung yaitu Dangdeur, wanakerta, Cinangka, dan Bungursari dengan dipimpin oleh lurah bernama :     1. Wanadipura, (Lurah Burut)     Masa kepemimpinan tahun : + 1890 – 1912 2. Lurah Epol (nama alias), (Lurah yang ditunjuk dari Pemerintahan Hindia Belanda)     Masa kepemimpinan tahun : + 1912 – 1921 3. Wanadireja,     Masa kepemimpinan tahun : + 1921 – 1930 4. Wanadikarta, (Lurah Keron)     Masa kepemimpinan tahun : + 1930 – 1960 5. Lurah Dailan     Masa kepemimpinan tahun : + 1930 – 1960   Penulis : Zarott Resspro Sumber : buraongsangkur.blogspot.com